www.wartafakta.id – PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) memproyeksikan penjualan bersih mencapai Rp 3,1 triliun pada tahun 2024. Target ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi penjualan bersih tahun ini sebesar Rp 2,7 triliun, menunjukkan optimisme perusahaan akan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Direktur DEPO, Erwan Irawan Noer, menyatakan keyakinannya untuk mencapai target ini sejalan dengan rencana ekspansi perusahaan. Pada tahun depan, DEPO berencana membuka empat toko baru guna mendukung peningkatan penjualan dan mendekatkan diri kepada konsumen.
Tindakan ini diambil untuk merespons permintaan pasar yang semakin meningkat, terutama dalam sektor bahan bangunan. Dengan adanya penambahan toko, DEPO berharap dapat memberikan layanan yang lebih baik dan meningkatkan daya saing di pasar.
Rencana Ekspansi DEPO untuk Meningkatkan Penjualan di Tahun Depan
Rencana pembukaan empat toko baru merupakan bagian dari strategi DEPO untuk meningkatkan jangkauan pasar. Penambahan lokasi diharapkan dapat menarik lebih banyak konsumen, terutama di wilayah yang belum terlayani.
DEPO berkeyakinan bahwa ekspansi ini akan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan penjualannya. Dengan lebih banyak titik penjualan, perusahaan bisa merespon kebutuhan masyarakat akan bahan bangunan dengan lebih cepat.
Dalam konteks ini, langkah DEPO untuk membuka toko baru sangat strategis. Ini bukan hanya tentang meningkatkan angka penjualan, tetapi juga memperkuat merek di kalangan pelanggan yang lebih luas.
Proyeksi Sektor Properti dan Dampaknya Terhadap Permintaan Bahan Bangunan
Kondisi sektor properti diperkirakan akan tetap stabil, terutama menjelang tahun politik. Dengan adanya insentif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk pembelian properti, diharapkan akan mendorong pertumbuhan penjualan di sektor ini.
Peningkatan permintaan produk-produk ritel bahan bangunan juga diprediksi akan terjadi karena momentum pertumbuhan sektor properti. Hal ini tentunya menjadi peluang besar bagi DEPO untuk meningkatkan penjualannya.
Direktur Amanda Grace Kettin juga menegaskan bahwa aktivitas renovasi rumah diperkirakan masih akan meningkat. Kebutuhan material bangunan yang tinggi diharapkan akan memberikan kontribusi lebih terhadap kinerja perusahaan.
Perkembangan Kinerja DEPO Hingga Kuartal III 2023
Hingga kuartal III tahun 2023, DEPO mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 1,98 triliun, meningkat 5,8 persen dibandingkan tahun lalu. Laba bersih perusahaan juga mengalami kenaikan sebesar 0,6 persen menjadi Rp 61 miliar pada periode yang sama.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan DEPO berjalan sesuai harapan. Meski tantangan tetap ada, pertumbuhan yang stabil menjadi indikator positif bagi perusahaan.
Dengan adanya rencana ekspansi dan dukungan dari sektor properti yang tumbuh, DEPO menyimpan harapan besar untuk mencapai target animasi penjualannya di tahun-tahun mendatang. Ini menjadi langkah penting bagi masa depan yang lebih cerah.