www.wartafakta.id – Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, Aries Marsudiyanto, mengenang sosok Marsma Fajar Adrianto dengan penuh haru. Kenangan terakhir mereka terjadi saat terbang dengan trike gantole, yang menjadi momen berharga dalam persahabatan mereka yang telah terjalin sejak lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata RI pada tahun 1992.
Dalam momen itu, Aries merasakan kehangatan dan keberanian Fajar, yang selalu menebar senyum di mana pun berada. Sayangnya, semua itu berakhir tragis ketika Fajar mengalami kecelakaan pesawat latih di Ciampea, Bogor, pada tanggal 3 Agustus 2025.
Dua tahun lalu, saat mereka mencoba hobi baru tersebut, Aries merasa sangat beruntung dapat belajar bersama Fajar. Pengalaman terbang tinggi itu bukan hanya sebuah pelajaran, tetapi menjadi simbol kebersamaan mereka yang lapuk oleh waktu.
Perjalanan Hidup Seorang Perwira Hebat
Marsma Fajar dikenal sebagai perwira hebat dan penerbang tempur yang memiliki dedikasi luar biasa. Keberaniannya dalam menjalankan tugas membuatnya dikenal sebagai sosok yang selalu siap untuk membela negara.
Dia memiliki pengalaman dalam menghalau pesawat dari Amerika, seperti FA-18 Hornet, di wilayah udara Bawean. Aksinya ini menunjukkan komitmennya terhadap keamanan nasional dan dedikasinya kepada TNI Angkatan Udara.
Fajar bukan hanya seorang tentara, tetapi juga sahabat yang selalu memberikan semangat kepada rekan-rekannya. Sikap positif dan disiplin yang dimilikinya menjadikannya teladan bagi banyak orang.
Moment Indah Sebelum Kepergian
Salah satu kenangan manis yang diingat Aries adalah saat terbang dengan trike gantole di Cibubur. Momen itu tidak hanya menggambarkan keberanian Fajar, tetapi juga menunjukkan betapa dekatnya hubungan mereka.
Aries mengungkapkan, “Itu jadi kenangan terakhir saya dengan beliau. Saya merasa beruntung bisa terbang bersamanya.” Pengalaman tersebut menjadi perpisahan yang tak terlupakan, dan kini menjadi kenangan yang akan selalu diingat.
Walau waktu dan jarak memisahkan mereka, persahabatan yang telah terjalin bertahun-tahun tidak akan pernah pudar. Kenangan-kenangan kecil akan selalu ada di hati buah persahabatan mereka.
Kesedihan atas Kehilangan yang Mendalam
Setelah kabar duka itu muncul, Aries merasa kehilangan yang mendalam. Dia mengatakan bahwa Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaiknya, dan Fajar adalah sosok yang sangat berjasa bagi bangsa ini.
Keluarga dan rekan-rekan Fajar tentu sangat berduka, tetapi Aries berharap agar mereka bisa menemukan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Dia mengajak semua yang mengenal Fajar untuk mendoakan agar semua dosa dan kesalahannya bisa dimaafkan.
Aries menekankan betapa pentingnya untuk selalu menghargai dan mengenang jasa-jasa Fajar, yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan negara. Keberanian dan dedikasinya akan selalu menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.