www.wartafakta.id – Pasar saham Indonesia menunjukkan tren positif pada awal bulan Agustus 2025, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan yang signifikan. Seiring dengan pergerakan yang optimis ini, beberapa sektor saham, terutama sektor basic, menjadi pendorong utama bagi penguatan IHSG.
Berdasarkan data yang dihimpun, IHSG ditutup pada level 7.537,76 dengan kenaikan 0,71% pada perdagangan yang berlangsung di hari Jumat, 1 Agustus 2025. Selain itu, indeks LQ45 juga mengalami penguatan dengan dodatn 0,80%, mencapai posisi 796,82.
Ketika mendekati akhir pekan, IHSG menyentuh level tertinggi di 7.579,60 dan terendah di 7.523,62. Dengan total 357 saham yang menguat, IHSG berhasil mempertahankan posisinya. Meskipun demikian, terdapat 255 saham yang mengalami penurunan dan 189 saham yang tidak berubah pada hari itu.
Data Perdagangan dan Volume Saham di Pasar Modal
Frekuensi perdagangan selama sesi ini mencapai 1.706.435 kali, menandakan tingginya aktivitas di bursa. Volume perdagangan juga terbilang signifikan dengan total mencapai 29,1 miliar saham.
Nilai transaksi yang tercatat pada hari itu adalah Rp 15 triliun, mencerminkan minat investor yang kuat untuk berinvestasi. Selain itu, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.506, menunjukkan stabilitas relatif bagi mata uang lokal.
Penguat utama IHSG tampak berasal dari sektor-sektor saham yang menunjukkan performa baik. Misalnya, sektor basic mengalami penguatan tertinggi dengan kenaikan mencapai 3,01%, yang menjadi indikator positif bagi investor.
Pergerakan Sektor-sektor Saham dalam IHSG
Berbagai sektor saham lainnya juga menunjukkan kenaikan yang mengesankan. Sektor infrastruktur mengalami pertumbuhan 2,90%, sedangkan sektor consumer siklikal menghijau dengan kenaikan 1,55%.
Meski sebagian besar sektor menghijau, beberapa sektor mengalami penurunan yang patut dicatat. Sektor kesehatan misalnya, mencatatkan penurunan sebesar 1,11%, yang menunjukkan tantangan yang harus dihadapi.
Selain itu, sektor industri merosot sebanyak 0,48% dan sektor keuangan melemah 0,16%. Hal ini menciptakan dinamika yang beragam di dalam pasar saham, memberikan warnanya masing-masing.
Penyebab Kenaikan IHSG dan Tren Pasar di Bulan Agustus
Pertumbuhan IHSG yang terjadi saat ini dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk laporan kinerja perusahaan yang lebih baik dari ekspektasi. Investor semakin optimis setelah penurunan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia.
Dari sisi global, kondisi ekonomi di sejumlah negara mengindikasikan pemulihan yang telah dimulai. Ketidakpastian yang sempat melanda pasar global tampak mereda, menambah kepercayaan investor dalam berinvestasi di pasar saham Indonesia.
Tren positif ini juga disokong oleh meningkatnya minat beli dari investor ritel, yang melihat potensi keuntungan dari kenaikan harga saham di berbagai sektor. Ini menjadi salah satu pendorong yang signifikan dalam penguatan IHSG.