www.wartafakta.id – Pada perdagangan bursa efek hari ini, kita melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan penurunan tipis setelah beberapa hari mengalami fluktuasi. Penurunan ini terjadi di tengah beragam kinerja sektor-sektor saham yang tampak memerah, menandakan adanya koreksi yang perlu diperhatikan oleh para investor.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebesar 0,18% dan berada di posisi 7.490,18. Meskipun ada sedikit penurunan, sejumlah indeks masih menunjukkan pergerakan positif seperti LQ45 yang naik 0,76% ke angka 795,56, menunjukkan bahwa tidak semua saham tertekan pada hari ini.
Kondisi Pasar Saham dan Dampaknya terhadap IHSG
Pada perdagangan Kamis minggu ini, IHSG mencatatkan angka tertinggi mencapai 7.580,55, namun juga menyentuh level terendah di angka 7.480,18. Dari total 343 saham yang mengalami penurunan, 261 saham mampu menguat, sementara 199 saham tidak mengalami perubahan yang berarti.
Frekuensi transaksi yang terjadi mencapai 2.036.293 kali, dengan volume perdagangan yang tercatat berada di angka 35,7 miliar saham. Sebuah nilai transaksi harian yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp 16,8 triliun, menunjukkan dinamika yang masih tinggi di pasar.
Sementara itu, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.270. Pada hari yang sama, investor asing mencatatkan pembelian saham sebesar Rp 666,13 miliar, meskipun sepanjang tahun 2025, total penjualan saham oleh investor asing mencapai Rp 61,34 triliun, menunjukkan kecenderungan jangka panjang yang kurang positif.
Pengaruh Sektor Saham terhadap Kinerja IHSG
Mayoritas sektor saham mengalami tekanan, seperti sektor teknologi yang mengalami penurunan terbesar sebesar 4,46%, yang tentunya memberikan dampak negatif terhadap total IHSG. Sektor infrastruktur juga terlihat terpengaruh dengan penurunan 1,64%, diikuti dengan sektor transportasi yang melemah 0,47%.
Selain itu, sektor energi menyusut 0,27% sementara sektor consumer nonsiklikal melemah 0,17%. Penurunan terkahir yang perlu dicatat adalah sektor properti yang juga mengalami koreksi sebesar 0,15%. Ini menunjukkan bahwa tekanan dari hampir semua sektor dapat mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.
Namun, ada sektor yang berhasil mencatatkan kenaikan. Sektor basic mencatatkan peningkatan sebesar 1,21%, menjadi satu-satunya sektor yang menunjukkan performa positif pada hari ini. Sektor industri bertambah 0,41%, diikuti oleh sektor consumer siklikal yang naik 0,61%, menunjukkan bahwa ada elemen positif dalam pasar meskipun terdapat banyak tekanan.
Pergerakan Saham Utama dan Kinerja Transaksinya
Dalam catatan perdagangan hari ini, saham PGAS ditutup stagnan di harga Rp 1.690 per saham, menunjukkan bahwa meskipun ada fluktuasi, saham ini masih stabil di level tersebut. Rentang perdagangan PGAS hari ini berada di level tertinggi Rp 1.695 dan terendah di Rp 1.660, dengan frekuensi perdagangan mencapai 12.131 kali.
Sementara itu, saham HUMI mencatatkan keuntungan yang cukup signifikan dengan kenaikan 6,15% menuju posisi Rp 69 per saham. Saham ini terlihat aktif pada saat dibuka diharga Rp 66 per saham dan sempat menyentuh level tertinggi di Rp 75, menunjukkan minat beli yang tinggi di kalangan investor.
Di sisi lain, PSAB juga ditutup dalam posisi stagnan di Rp 424 per saham, dengan level tertinggi mencapai Rp 430 dan terendah di Rp 418. Frekuensi perdagangannya mencapai 6.299 kali, menandakan adanya aktivitas yang cukup baik meskipun tidak ada perubahan harga yang signifikan.