www.wartafakta.id – Pertumbuhan ekonomi global mengalami peningkatan yang signifikan di tahun 2025. International Monetary Fund (IMF) meramalkan angka pertumbuhan ekonomi global akan mencapai 3% setelah sebelumnya hanya 2,8%. Selain itu, Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang bervariasi antara 4,7% hingga 5,0% pada tahun yang sama.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua mencapai angka 5,12%. Pencapaian ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa kuartal terakhir, memperlihatkan pemulihan ekonomi yang kian positif di tanah air.
“Pertumbuhan ini menunjukkan perkembangan yang baik, terutama bagi perusahaan publik yang mengumumkan hasil kinerjanya,” ucap Airlangga. Ia menegaskan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu, yang menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia benar-benar tumbuh pesat.
Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat di Era Digital
Pemerintah saat ini tengah mencermati pergeseran pola konsumsi masyarakat yang semakin selektif dan mengarah ke dunia digital. Terutama dalam konteks belanja yang awalnya dilakukan di minimarket atau kios, kini banyak yang beralih ke platform e-commerce. Hal ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dalam berbelanja.
Melihat fenomena ini, Menko Airlangga menyampaikan bahwa perubahan pola konsumsi tidak perlu dikhawatirkan. Fenomena yang tampak, seperti fenomena Rojali, justru menjadi indikator bahwa masyarakat semakin adaptif terhadap teknologi serta kondisi pasar yang berubah.
Lebih jauh, kontribusi ekonomi digital terhadap pertumbuhan PDB global juga menjadi perhatian. Airlangga mencatat bahwa sektor ini memberikan kontribusi lebih dari 15,5% terhadap total PDB dunia, memperlihatkan besarnya peran ekonomi digital dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Dominasi Indonesia dalam Ekonomi Digital ASEAN
Di kawasan ASEAN, Indonesia menguasai hampir 40% dari total pasar ekonomi digital. Ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam sektor digital dan penggunaan teknologi. Pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi digital ini melalui berbagai inisiatif dan peraturan yang pro-ekonomi digital.
Penerapan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda ASEAN. Kesepakatan ini akan membantu memaksimalkan potensi ekonomi digital di seluruh kawasan dan mendukung integrasi antara negara-negara anggota ASEAN.
Airlangga menambahkan, sektor-sektor yang berbasis digital selama ini menunjukkan kenaikan yang signifikan. “Inilah harapan kita agar sektor digital tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi pengungkit tambahan bagi sektor-sektor lainnya,” pungkasnya.
Dampak Positif Sektor Digital bagi Pertumbuhan Ekonomi
Transformasi digital yang terjadi di berbagai sektor membawa dampak positif bagi perekonomian. Sektor-sektor seperti retail, transportasi, dan logistik mengalami perbaikan yang signifikan berkat adopsi teknologi digital. Dengan demikian, perekonomian Indonesia semakin kuat dan berdaya saing.
Pemerintah berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital ini. Berbagai kebijakan dan regulasi diharapkan mampu mempercepat penetrasi digital di masyarakat, sehingga semua lapisan bisa merasakan manfaatnya.
Proses adaptasi masyarakat terhadap teknologi juga menjadi kunci dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Melihat tingginya minat masyarakat terhadap platform digital, pemerintah berharap kolaborasi antara sektor swasta dan publik bisa menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi semua.