www.wartafakta.id – Insiden pencurian dana di platform GMX menjadi sorotan utama dalam dunia cryptocurrency baru-baru ini. Dengan jumlah dana yang hilang mencapai miliaran rupiah, situasi ini memicu reaksi cepat dari pihak GMX serta perhatian luas dari para pengguna.
Kejadian ini berawal dari tindakan peretasan yang mengakibatkan kerugian signifikan bagi platform. Namun, langkah luar biasa diambil oleh GMX untuk mengatasi situasi tersebut dengan cara yang tidak biasa.
GMX mengambil pendekatan unik dengan menawarkan imbalan bagi pelaku peretasan. Tawaran ini ternyata membawa hasil yang cukup mengejutkan, di mana peretas mengonfirmasi pengembalian dana yang dicuri.
Strategi Inovatif GMX Dalam Menghadapi Peretasan
Dalam situasi krisis, GMX memutuskan untuk menghubungi pelaku peretasan melalui pesan on-chain. Pesan tersebut berisi tawaran imbalan, yaitu 10% dari total dana yang dicuri, jika pelaku bersedia mengembalikan dana tersebut dalam batas waktu yang ditentukan.
Menariknya, tawaran yang diajukan GMX disambut baik oleh peretas. Dalam balasan singkat, peretas menyatakan kesiapan untuk mengembalikan dana, menunjukkan adanya kemungkinan negosiasi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Langkah ini tentunya menunjukkan bahwa dalam situasi sulit, komunikasi yang efektif dapat menjadi kunci dalam menciptakan solusi. Dengan penawaran yang konkret, GMX berhasil membangun kepercayaan dan menyusun rencana untuk mengembalikan dana yang hilang.
Proses Pengembalian Dana Setelah Kesepakatan
Setelah menerima balasan positif dari peretas, proses pengembalian dana berjalan cepat. Peretas mulai dengan mengembalikan FRAX senilai USD 10,49 juta, yang merupakan bagian pertama dari total dana yang hilang.
Pengembalian ini kemudian diikuti dengan transfer sisa dana senilai USD 32 juta dalam bentuk Ethereum (ETH). Proses pengembalian ini berhasil dilakukan tanpa hambatan, menunjukkan adanya itikad baik dari peretas untuk menyelesaikan masalah ini.
Namun, menariknya, ketika ETH dikembalikan, harga aset tersebut mengalami kenaikan. Hal ini berdampak pada nilai pengembalian yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat dana tersebut dicuri, memberikan keuntungan tambahan bagi peretas.
Analisis Keuntungan dan Kerugian dalam Insiden Ini
Dari pengembalian dana yang berhasil, peretas tetap meraih keuntungan meskipun ada imbalan yang harus mereka berikan. Mereka berhasil menyimpan selisih keuntungan sekitar USD 3 juta, meskipun ada kesepakatan untuk mengembalikan total dana yang dicuri.
Sementara itu, GMX berhasil mendapatkan kembali dana dengan jumlah yang sama dengan kerugian awal. Ini tentu saja dapat dipandang sebagai hasil yang positif bagi GMX dalam situasi yang sangat sulit ini.
Kedua belah pihak, meskipun dalam posisi yang berbeda, tampaknya berhasil menemukan jalan tengah. Hal ini menjadi contoh menarik tentang bagaimana negosiasi yang efektif dapat mengurangi kerugian dalam situasi yang tidak menguntungkan.