www.wartafakta.id – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Akbar Himawan Buchari, baru-baru ini mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi yang sedang terjadi di Indonesia. Dalam pandangannya, adalah penting bagi semua pihak untuk bersikap tenang dan mengajak pemerintah serta DPR untuk membuka ruang dialog dengan masyarakat demi meredakan keadaan yang memanas.
Akbar juga menyampaikan duka cita yang dalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, yang mengalami kecelakaan akibat kendaraan taktis Brimob. Dia menyoroti bahwa peristiwa ini bisa berdampak lebih luas, terutama pada sektor ekonomi yang mulai menunjukkan tanda-tanda negatif akibat kericuhan yang terjadi.
Sebagai seorang pemimpin, Akbar mengajak untuk memikirkan dampak yang lebih besar. Dia mengingatkan bahwa situasi yang berlangsung tidak hanya berpotensi menyebabkan kerugian sosial, tetapi juga dapat mengganggu kestabilan ekonomi yang selama ini dikelola dengan baik.
Pentingnya Dialog dan Stabilitas dalam Menghadapi Krisis Sosial
Dialog antara pemerintah dan masyarakat merupakan langkah krusial dalam menciptakan stabilitas. Akbar menegaskan bahwa semua pihak harus berkontribusi dalam menciptakan situasi yang kondusif. Tanpa adanya komunikasi yang baik, potensi konflik akan semakin meningkat.
Ia menyatakan, “Kita tidak bisa membiarkan kekacauan berlanjut. Diperlukan suatu kolaborasi untuk menemukan solusi yang bisa diterima semua pihak.” Hal ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk meredakan ketegangan yang ada di masyarakat.
Lebih lanjut, Akbar menekankan bahwa respons cepat dari pemerintah sangat diperlukan. Ia menyarankan agar pemerintah menanggapi dengan baik setiap aspirasi masyarakat dan mencari jalan keluar yang memuaskan semua pihak.
Dampak Ekonomi dari Ketidakstabilan Sosial di Indonesia
Salah satu konsekuensi dari situasi yang tidak stabil adalah dampak ekonominya yang mulai terasa. Menurut data terbaru, aliran modal asing telah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Akbar mencatat bahwa dalam kurun waktu pendek, ada aliran modal asing yang keluar hingga Rp 250 miliar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun mengalami penurunan yang cukup tajam. Dengan kehilangan lebih dari 121 poin dalam satu hari, hal ini menunjukkan bahwa investor mulai merasa khawatir terhadap situasi yang ada.
Dia menegaskan bahwa jika keadaan terus berlanjut, maka tidak hanya sektor pasar finansial yang akan terpengaruh. Sektor-sektor lain dari ekonomi nasional juga akan merasakan imbas buruk dari ketidakpastian ini.
Tindakan Mencegah Kerugian Lebih Besar dalam Ekonomi
Untuk mencegah kerugian yang lebih besar, Akbar menyarankan perlunya tindakan konkret dari semua elemen masyarakat. Dalam tahap ini, ketenangan dan kebersamaan adalah kunci utama. “Kita harus bisa menunjukkan bahwa ketidakpuasan bisa disampaikan dengan cara yang konstruktif,” ujarnya.
Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan juga dukungan dari pihak-pihak terkait. Masyarakat harus merasa bahwa suara mereka didengar dan aspirasi mereka diperhatikan oleh pemerintah.
Akbar menutup pernyataannya dengan optimisme, menyatakan keyakinannya bahwa melalui dialog yang terbuka dan tindakan yang cepat, Indonesia bisa kembali ke jalur yang benar. “Keberhasilan kita bergantung pada bagaimana kita menghadapi tantangan ini bersama,” tuturnya.