www.wartafakta.id – Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan peningkatan yang signifikan pada perdagangan Senin, 11 Agustus 2025. Momentum positif ini didorong oleh sebagian besar sektor saham yang mengalami penguatan serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Berdasarkan data yang dihimpun, IHSG dibuka dengan kenaikan sebesar 56,08 poin, berada pada posisi 7.589,46, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level 7.533,38. Dalam perdagangan hari itu, IHSG juga mencatatkan level tertinggi di 7.610,80 dan terendah di 7.573,43.
Pergerakan IHSG didorong oleh penguatan 273 saham, meskipun terdapat 200 saham yang melemah dan 196 saham lainnya stagnan. Total frekuensi perdagangan tercatat mencapai 299.938 kali dengan volume perdagangan sebanyak 3,5 miliar saham, serta nilai transaksi harian mencapai Rp 2,3 triliun.
Analisis Terhadap Kinerja Sektoral di Bursa Saham
Mayoritas sektor saham terlihat menghijau, menandakan optimisme di pasar. Sektor energi menguat 0,86%, diikuti oleh sektor industri yang mengalami kenaikan 0,13% dan sektor consumer nonsiklikal yang bertumbuh 0,43%.
Sektor consumer siklikal menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 0,23%, sedangkan sektor kesehatan mengalami kenaikan 0,40%. Di sisi lain, sektor keuangan turut mendaki 0,83%, memberikan kontribusi positif terhadap IHSG secara keseluruhan.
Sektor properti juga turut melompat dengan kenaikan 0,63%, dan sektor teknologi mengalami peningkatan yang lebih sedikit yaitu 0,15%. Namun, tidak semua sektor mengalami pertumbuhan, karena sektor basic dan infrastruktur masing-masing turun sebesar 0,53% dan 0,49%.
Pergerakan Harga Saham Terpilih pada Hari Itu
Menarik untuk dicermati, pergerakan harga saham AADI mengalami penurunan sebesar 0,34%, mencapai posisi Rp 7.300 per saham. Saham ini membuka perdagangan dengan stagnasi di level Rp 7.325 dan tercatat mencapai level tertinggi Rp 7.350 serta terendah Rp 7.225 per saham.
Selain itu, saham BRPT juga mengalami penurunan, yakni sebesar 1,63% dengan harga saat penutupan di Rp 2.420 per saham. Walau dibuka naik ke Rp 2.480, harga saham BRPT hanya mampu mencapai level tertinggi Rp 2.490 dan terendah Rp 2.400.
Kondisi berbeda dialami oleh saham BMRI yang mengalami penguatan sebesar 1,07%, dengan harga saham mencapai Rp 4.720 saat penutupan. Saham ini dibuka dengan harga Rp 4.710 dan mampu mencapai posisi tertinggi di Rp 4.720 serta terendah di Rp 4.700 dalam transaksi tersebut.
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah dan Dolar AS
Dalam perdagangan hari itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan penguatan yang penting, berada di kisaran 16.229. Kinerja baik ini memberikan dukungan tambahan bagi IHSG, sehingga mendorong optimisme para investor.
Penguatan nilai tukar rupiah seringkali berhubungan erat dengan sentimen positif di pasar saham. Ketika rupiah menguat, biasanya hal ini dipandang sebagai sinyal bahwa perekonomian domestik berada dalam kondisi yang baik.
Investor cenderung lebih memilih untuk berinvestasi di instrumen keuangan yang ada di bursa saham ketika nilai tukar stabil atau menguat. Dengan demikian, hal ini dapat mendorong pertumbuhan IHSG lebih lanjut di masa mendatang.