www.wartafakta.id – Pada perdagangan saham Kamis, 7 Agustus 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami pergerakan yang cenderung sideways. Penurunan IHSG tercatat sebesar 0,15% meskipun ada aksi beli signifikan dari investor asing yang mencapai Rp 506 miliar.
Fanny Suherman, Kepala Riset Ritel BNI Sekuritas, memproyeksikan bahwa IHSG mungkin akan tetap bergerak stagnan selama perdagangan. Ia menyatakan bahwa level support yang dihadapi IHSG saat ini berada di kisaran 7.400 hingga 7.450, sementara level resistance terletak di area 7.530 hingga 7.550.
Menurut analisis Herditya Wicaksana dari PT MNC Sekuritas, posisi IHSG saat ini tengah berada dalam fase wave (iv) dari wave ©. Ini membuat IHSG berisiko untuk melanjutkan koreksi mendekati level 7.259 hingga 7.415, yang juga berarti menguji area support terdekatnya.
Pemantauan IHSG dan Rekomendasi Saham
Dari analisis lebih lanjut, Herditya menyampaikan level support yang lebih tepat untuk IHSG periode ini, yaitu di angka 7.240 dan 7.415, dengan resistance di level 7.675 dan 7.758. Klasifikasi ini penting untuk membantu investor dalam merencanakan strategi beli dan jual mereka.
Fanny juga memberikan rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini, termasuk PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Wir Asia Tbk (WIRG), dan beberapa lainnya. Saham-saham tersebut diperkirakan akan memiliki potensi yang baik di tengah fluktuasi IHSG saat ini.
Trading Idea yang ditawarkan mencakup MINA, WIRG, dan lainnya dengan target harga dan cutloss yang sudah dirinci. Ini diharapkan bisa membantu investor mengambil keputusan yang lebih bijak dalam berinvestasi.
Analisis Rinci tentang Saham Rekomendasi
MINA direkomendasikan dengan spesifikasi untuk membeli di level 180 hingga 188, dan cutloss di bawah 172. Target dekat untuk saham ini di kisaran 204 hingga 214, yang memperlihatkan potensi pertumbuhan yang menjanjikan.
Bagi WIRG, disarankan untuk melakukan pembelian jika berhasil menembus level 122, dengan target jual di antara 125 hingga 130. Cutloss yang disarankan berada di bawah 118, menjaga risiko tetap terkelola dengan baik.
KPIG juga menunjukkan kemungkinan yang baik dengan rekomendasi dilihat dari area beli di 206 hingga 208, dan target dekat di 218 hingga 224. Ini merupakan peluang yang dapat diperhatikan oleh para investor yang mencari gain cepat.
Strategi Perdagangan dan Potensi Saham
Untuk ARCI, investor disarankan untuk melakukan pembelian di interval harga 730 hingga 760, dengan target mendekati 800 hingga 860. Cutloss disarankan di bawah 710 untuk menghindari kerugian yang lebih dalam.
Saham RAJA juga patut dicermati, dengan rentang area beli di 2.570 hingga 2.600 dan target keuntungan di 2.680 hingga 2.750. Mengingat kondisi pasar saat ini, ini menjadi salah satu strategi yang matang untuk diimplementasikan.
Selain itu, ASII direkomendasikan untuk investasi spekulatif dengan area beli di harga 4.900, dan target profit antara 4.940 hingga 5.000. Cutloss yang dianjurkan di bawah 4.850 memberikan batasan yang jelas untuk risiko investasi.
Kesimpulan dan Outlook Pasar Saham
IHSG saat ini berada dalam fase yang membutuhkan perhatian ekstra dari investor, dengan ancaman koreksi yang masih mungkin terjadi. Meskipun ada aksi beli dari investor asing, proyeksi movement sideways menunjukkan perlunya strategi yang lebih hati-hati dalam investasi.
Rekomendasi saham yang diberikan mencerminkan analisis mendalam tentang potensi masing-masing perusahaan dalam kondisi pasar saat ini. Dalam hal ini, investor disarankan untuk selalu memperhatikan tren dan analisis pasar untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Dengan pemilihan saham yang tepat dan strategi yang terencana, investor diharapkan bisa merebut peluang keuntungan meskipun ada ketidakpastian dalam pergerakan IHSG. Kesabaran dan ketelitian merupakan kunci sukses dalam berinvestasi di pasar saham yang dinamis ini.