www.wartafakta.id – Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada Tarpiah mengungkapkan berbagai masalah serius pada kondisi tubuhnya. Tekanan darah tinggi dan kadar gula yang abnormal menjadi perhatian utama, memberikan gambaran jelas tentang kesehatan yang memburuk.
Kepala Seksi Dokkes Polres Bandara Soekarno Hatta, Dedi Kurniawan, menjelaskan bahwa Tarpiah memiliki riwayat kesehatan yang kompleks. Ia juga mengalami keluhan nyeri pada bagian perut yang memperparah situasi kesehatannya.
Tarpiah dirujuk ke RS Melati dengan menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Di rumah sakit, berbagai pemeriksaan dilakukan, termasuk tekanan darah dan laboratorium, memastikan diagnosis yang tepat atas kondisi yang dialaminya.
Masalah Kesehatan yang Ditemui Selama Pemeriksaan di Rumah Sakit
Diagnosa sementara menunjukkan bahwa Tarpiah menderita diabetes melitus dan hipertensi. Penanganan yang tepat selama masa perawatan sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.
Dedi juga menambahkan bahwa pasien dalam pengawasan medis yang intensif untuk memastikan bahwa semua kebutuhan kesehatan Tarpiah bisa dipenuhi. Keberadaan tim medis sangat krusial untuk memantau setiap perubahan yang terjadi.
Tarpiah sendiri mengaku sudah lama menderita berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan lambung. Kondisi ini tentunya tidak mudah baginya, terlebih di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi bersama suaminya.
Kondisi Ekonomi Tarpiah dan Keluarganya yang Berpengaruh pada Kesehatan
Tarpiah dan suaminya, Poniman, menjalani hidup sederhana di sebuah kontrakan. Penghasilan Poniman sebagai sopir tembak menjadi satu-satunya sumber pemasukan bagi keluarga kecil mereka.
Namun, situasi semakin menekan ketika Poniman terpaksa melakukan tindakan yang tidak terpuji untuk memenuhi kebutuhan harian, termasuk membeli beras. Pencurian handphone milik seseorang di masjid menjadi titik balik dalam hidup mereka.
Akhirnya, Poniman ditangkap dan dikenakan prosedur hukum. Untungnya, kasus tersebut dapat diselesaikan dengan pendekatan keadilan restoratif, di mana Poniman dibebaskan oleh penyidik setelah melakukan beberapa pertimbangan.
Peran Keadilan Restoratif dalam Menyelesaikan Kasus Pencurian
Pendekatan keadilan restoratif terbukti menjadi solusi yang efektif dalam kasus ini, mengingat latar belakang yang mendasari tindakan Poniman. Melalui metode ini, harapan untuk memperbaiki kesalahan dan memberikan kesempatan kedua menjadi kenyataan bagi keluarga ini.
Proses hukum yang lebih manusiawi seperti ini penting untuk meringankan beban psikologis yang dialami Poniman dan keluarganya. Dengan pembebasan tersebut, mereka dapat memiliki kesempatan untuk mulai dari awal tanpa terbelenggu masa lalu.
Keluarga Tarpiah kini diharapkan bisa lebih fokus pada pemulihan kesehatan dan stabilitas keuangan. Dukungan dari masyarakat menjadi salah satu harapan untuk memulai kembali kehidupan yang lebih baik.