www.wartafakta.id – Dalam perkembangan terkini di dunia keuangan, perusahaan strategi terkemuka baru saja mencetak rekor dengan penawaran saham perdana atau IPO yang sangat mengesankan. Melalui aksi ini, mereka berhasil meraup dana yang signifikan dan langsung menginvestasikannya dalam aset digital terkemuka, Bitcoin.
IPO yang berlangsung dengan sukses ini mendapat perhatian besar dari para investor lokal dan internasional. Dengan dana yang terkumpul, perusahaan ini menunjukkan kepercayaan diri terhadap pertumbuhan nilai Bitcoin di masa depan.
Berdasarkan laporan yang diterima, dana sebesar USD 2,52 miliar atau sekitar Rp 41,3 triliun telah dihimpun dari penawaran yang bersejarah ini. Jumlah tersebut digunakan secara agresif untuk membeli Bitcoin, menegaskan komitmen perusahaan terhadap aset digital.
Strategi Perusahaan dalam Mengumpulkan Dana Melalui IPO
Perusahaan ini berhasil menjual lebih dari 28 juta lembar saham dan menjadi salah satu IPO terbesar di Amerika Serikat pada tahun 2025. Mereka juga mencatatkan diri sebagai penawaran saham preferen terbesar sejak tahun 2009, menunjukkan strategi pemasaran yang sangat efektif.
Saham preferen yang mereka terbitkan, yang diberi nama STRC, dihargai USD 90 per lembar atau sekitar Rp 1,47 juta. Penawaran ini segera mendapatkan perhatian besar di pasar dan menarik berbagai kalangan investor.
Dengan harga saham yang stabil, perusahaan ini telah berhasil menjamin minat investor untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan jangka panjang. Hal ini mempertajam fokus mereka dalam mengembangkan portofolio aset digital yang kuat.
Pembelian Bitcoin yang Signifikan dan Dampaknya
Setelah IPO, investasi langsung dalam 21.021 Bitcoin dilakukan dengan total pembelian sekitar USD 2,46 miliar atau Rp 40,2 triliun. Langkah ini menandakan keyakinan tinggi perusahaan terhadap pasar Bitcoin dan prospeknya di masa depan.
Harga rata-rata per Bitcoin yang diperoleh adalah sebesar USD 117.256, mencapai sekitar Rp 1,92 miliar per koin. Ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki strategi pembelian yang cermat, menimbang potensi keuntungan jangka panjang.
Dengan investasi tersebut, total kepemilikan Bitcoin perusahaan kini mencapai 628.791 BTC, dan nilai akumulasi investasi tersebut sekitar USD 46,8 miliar atau sekitar Rp 766 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang luar biasa dalam portofolio mereka.
Nilai dan Permintaan Bitcoin di Pasar Global
Bitcoin sebagai mata uang digital telah menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Dengan semakin banyaknya investor yang tertarik, permintaan terhadap aset ini hanya akan meningkat ke depannya.
Dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, Bitcoin seringkali dilihat sebagai alternatif investasi yang lebih stabil. Banyak investor yang beralih ke Bitcoin sebagai bentuk lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian pasar.
Pembelian Bitcoin dalam jumlah besar oleh perusahaan ini menunjukkan bahwa mereka optimis terhadap perubahan tren yang ada di pasar. Dengan analisis yang matang, mereka mempersiapkan diri untuk memanfaatkan peluang yang ada.